TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Berita  

PC PMII Bondowoso Ingin Pemkab Bondowoso Hentikan Eksplorasi PT Medco Cahaya Geothermal di Kecamatan Ijen

Jatim Aktual Bondowoso, Pengurus Cabang (PC) PMII Bondowoso sampai saat ini masih berkomitmen untuk mengawal kebijakan dan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso.

Hal itu terbukti pada pernyataan sikap PC PMII Bondowoso yang menyoroti beberapa hal terhadap pembangunan PT Medco Cahaya Gheothermal di Kecamatan Ijen (Sempol).

PC PMII Bondowoso mempertanyakan kelayakan usaha yang dilakukan oleh PT. Medco Cahaya Gheotermal yang hari ini berada pada tahap eksplorasi.

Utamanya mengenai perijinan mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sampai sekarang tidak ada sosialisasi ataupun rilis resmi yang dikeluarkan oleh PT Medco Cahaya Gheotermal.

Selain itu, PC PMII Bondowoso menyoroti terhadap pembangunan yang dilakukan oleh PT Medco yang dinilai bertentangan dengan peraturan pembangunan energi panas bumi tentang instalasi pipa transmigrasi yang tidak dipendam dalam tanah sebagaimana diatur oleh Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2021 pasal 32.

Menurut Firman, Ketua Cabang PMII Bondowoso “Pembangunan PT Medco jelas melanggar aturan dan membahayakan terhadap masyarakat sekitar apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, terutama pipa instalasi yang tidak dipendam di dalam tanah.”
“Apalagi sampai sekarang PT Medco, tidak komitmen terhadap perjanjian dengan pemkab mengenai perbaikan jalan mulai dari Gardu Atak hingga tempat eksplorasi.” Lanjut Firman.

Pernyataan sikap PC PMII Bondowoso itu dikeluarkan pada tanggal 12 Juli 2023.

Dari persoalan tersebut berikut beberapa hal yang menjadi sorotan PC PMII Bondowoso terhadap pembangunan PT Medco Cahaya Gheotermal.

1. Menurut Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2021 pasal 32, Instalasi pipa transmisi gas bumi wajib dipendam dengan kedalaman minimal satu meter di dalam tanah. Jika melalui sungai, danau atau rawa harus dipendam minimal sedalam dua meter di dalam tanah.

2. PT Medco Cahaya Gheotermal adalah perusahaan yang akan melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso, dan kondisi tersebut menurut PP Nomor 27 Tahun 1999 pasal 3 poin (b) dan pasal 5 serta PP Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup BAB II Pasal 5 menyatakan bahwa Perusahaan tersebut dapat dikatakan sebagai perusahaan yang harus melakukan wajib AMDAL dan Setiap Usaha dan/atau Kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki AMDAL.

3. Pelaksanaan AMDAL agar berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Dalam proses ini seharusnya PT Medco Cahaya Gheotermal telah melengkapi dokumen AMDAL sebagai proses pengambilan keputusan sebelum mendapatkan izin usaha. Maka dari itu kami mempertanyakan hasil AMDAL yang telah dilakukan oleh PT Medco Cahaya Gheotermal.

4. Berdasarkan Keputusan Kepala Bapedal Nomor 08/2000, Pemrakarsa dalam hal ini PT Medco Cahaya Gheotermal wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum menyusunnya.

5. Setelah proses penyusunan AMDAL selesai dan dinyatakan layak untuk menjalankan usaha, pemrakarsa seharusnya melakukan proses edukasi kepada masyarakat khususnya mereka yang berkemungkinan besar akan mengalami dampak. PC PMII Bondowoso mempertanyakan akan keterbukaan dari PT. Medco Cahaya Gheotermal tentang hal tersebut sesuai dengan PP Nomor 27 Tahun 2012 BAB II Pasal 9. Dimana masyarakat disekitar telah mengalami keresahan akan dampak lingkungan yang akan mereka alami.

6. Melihat dari persoalan yang terjadi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dinilai telah membiarkan PT Medco Cahaya Gheotermal yang tidak menjalankan amanat Undang-undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023 perihal Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Kajian Lingkungan Hiduo Strategis (KLHS) yang tidak memegang nilai dan prinsip dari pemabangunan berkelanjutan.

7. Perhari ini tidak ada upaya dari PT Medco Cahaya Gheotermal untuk melakukan edukasi, sosialisasi, pengumuman atas perencanaan usaha ataupun hal lainnya yang sifatnya sangat urgen dari adanya perusahaan tersebut. Pemerintah Bondowoso sebagai pihak pemangku kebijakan dan PT Medco Cahaya Gheoternal sebagai pemrakarsa tidak melakukan Keterbukaan Informasi Publik secara terang-terangan kepada masyarakat Bondowoso.

8. Kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Bondowoso dan PT Medco Cahaya Gheoternal melalui MoU yang telah dilakukan seperti pembangunan jalan dari sepanjang Gardu Atak menuju lokasi eksplorasi perhari ini tidak ada upaya untuk melakukannya, mengingat infrastruktur jalan yang dilewati oleh kendaraan-kendaraan besar perusahaan juga sudah merusak dan mengikis jalan.

Dari beberapa hal yang menjadi sorotan tersebut, PC PMII Bondowoso menyatakan sikap bahwa pembangunan yang dilakukan oleh PT Medco Cahaya Gheotermal tidak sesuai dengan konstitusi yang telah diatur dalam Undang-undang.

“Kami ingin Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk melakukan langkah tegas dengan melakukan pemberhentian proses eksplorasi yang dilakukan oleh PT Medco Cahaya Gheotermal sampai AMDAL dikeluarkan, pipa transmigrasi dikubur dalam tanah sedalam satu meter dan perbaikan jalan segera diperbaiki,” kata Firman Zah selaku Ketua Cabang PMII Bondowoso. (Admin)